Menu
RSS
Daerah Penghasil Migas jadi Prioritas Pembangunan Jargas

Daerah Penghasil Migas jadi Priorit…

KUTAI KARTANEGARA - Guna ...

Dirjen Migas Minta Nelayan Rawat Konverter Kit dari Pemerintah

Dirjen Migas Minta Nelayan Rawat Ko…

Tuban, Pemerintah terus m...

Kurangi Subsidi LPG, Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Jargas

Kurangi Subsidi LPG, Pemerintah Ter…

Tuban, Pemerintah terus m...

Giliran 566 Nelayan Tuban Kebagian Konkit Gratis

Giliran 566 Nelayan Tuban Kebagian …

Tuban, Pemerintah membagi...

Prev Next

Super User

Super User

LOMBA FOTO DAN KARYA TULIS #ENERGIBERKEADILAN TAHUN 2019

  • Published in Berita

 

LOMBA FOTO DAN KARYA TULIS #ENERGIBERKEADILAN

TAHUN 2019

 

 

ENERGI BERKEADILAN adalah memberikan akses energi secara merata kepada seluruh rakyat Indonesia melalui pembangunan infrastruktur sektor ESDM serta pengoptimalan potensi sumber energi setempat dengan harga terjangkau dan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, yakni energi harus digunakan sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat, bangsa dan negara.

 

HADIAH KARYA TULIS ARTIKEL

Juara I - Rp 15.000.000

Juara II - Rp 10.000.000

Juara III - Rp 7.000.000

Pengiriman karya tulis (artikel):  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Paling lambat Minggu, 18 Agustus 2019

 

HADIAH LOMBA FOTO KATEGORI UMUM

Juara I - Rp 10.000.000

Juara II - Rp 7.500.000

Juara III - Rp 5.000.000

Pengiriman foto:  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Paling lambat Minggu, 18 Agustus 2019 

 

HADIAH FOTO KATEGORI INSTAGRAM

3 Juara Favorit @ Rp 1.000.000

 

Ketentuan dan persyaratan lengkap Lomba Foto dan Karya Tulis Energi Berkeadilan dapat diunduh pada tautan di bawah ini

NoJudul Waktu dibuatHitsDownload
1 Formulir Lomba  Jumat, 28 Juni 2019 540
2 Syarat dan Ketentuan Lomba  Jumat, 28 Juni 2019 702

Daerah Penghasil Migas jadi Prioritas Pembangunan Jargas

  • Published in Berita

KUTAI KARTANEGARA - Guna mewujudkan keadilan dalam pembangunan sektor energi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengistruksikan pembangunan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga diprioritaskan terlebih dahulu bagi daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas). 

"Jargas akan kita bangun untuk kota yang ada gasnya, harus dibangun jargasnya. Tidak fair (adil) kalau misalnya wilayah atau kotamadya memiliki sumur gas, tapi masyarakat tidak memiliki sumur gas," jelas Jonan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Selasa (31/10). 

Lebih lanjut, Jonan meminta Pemerintah Kalimantan Timur untuk memetakan wilayah mana yang akan diprioritas untuk pembangunan jargas. "Mungkin Kalimantan Utara, Tarakan hampir seluruh kota punyajaringan gas. Nanti, Kalimantan Timur tolong nominasikan Kutai Kartanegara atau mana," kata Jonan. 

Khusus untuk Kalimantan Timur, Kementerian ESDM sudah merencanakan pembangunan jaringan gas Bumi untuk Rumah Tangga di 2 Lokasi, yaitu kota Samarinda (4.500 SR) dan Kota Bontang (8.000 SR) dengan jangka waktu pelaksanaan hingga Desember 2017. 

Kalimantan Timur sendiri merupakan salah satu daerah penghasil migas di mana terdapat fasilitas produksi lapangan Jangkrik yang baru diresmikan oleh Menteri ESDM. (NA)

Kurangi Subsidi LPG, Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Jargas

  • Published in Berita

Tuban, Pemerintah terus mendorong pembangunan jargas di Indonesia karena efektif mengurangi subsidi LPG. Sejak tahun 2009, Pemerintah telah membangun jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di berbagai daerah sebanyak 185.991 sambungan rumah (SR) di 14 provinsi meliputi 26 kabupaten/kota.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial disela-sela Pembagian Konverter Kit untuk Nelayan Kecil di Tuban, Rabu (20/9), mengatakan, bagi daerah-daerah yang ingin dibangun jargas, maka Pemerintah akan membantu selama tersedia infrastruktur dan terdapat atau dekat dengan sumber gas bumi. "Selama ada infrastruktur dan sumber gas, kita dorong (pembangunan jargas). Kita memang tugasnya (targetnya) 1,3 juta SR tahun 2019. Sekarang ini masih sedikit," tambahnya lagi.

Dia melanjutkan, idealnya Pemerintah membangun jargas sebanyak mungkin agar masyarakat dapat menikmati energi yang murah, bersih dan aman. Pembangunan jargas sangat penting karena dapat mengurangi subsidi LPG. "Pembangunan jargas dampaknya besar sekali untuk menurunkan subsidi LPG," katanya.

Namun lantaran keterbatasan anggaran Pemerintah, pembangunan jargas dilakukan secara bertahap. Untuk itulah, Pemerintah juga mendorong badan usaha untuk membangun jargas rumah tangga sehingga semakin banyak masyarakat yang menikmati energi yang bersih dan pasokan juga terjamin 24 jam. Selain itu, kebutuhan gas bumi yang dibutuhkan untuk jargas juga kecil. Untuk pasokan gas bumi di bawah 1 MMSCFD, dapat mengaliri sekitar 6.000 SR.

Pada tahun 2017, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk akan melaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 59.809 SR di 10 Kabupaten/Kota yaitu: Kota Pekanbaru 3.270 SR), Musi Banyuasin (6.031 SR), Kabupaten Muara Enim (4.785 SR), Kabupaten PALI (5.375 SR), Kota Bontang (8.000 SR), Kota Bandar Lampung (10.321 SR), Kabupaten Mojokerto (5.101 SR), Kota Mojokerto (5.000 SR), Kota Samarinda (4.500 SR) dan Rusun PUPR Kemayoran (7.426 SR). (TW)

Dirjen Migas Minta Nelayan Rawat Konverter Kit dari Pemerintah

  • Published in Berita

Tuban, Pemerintah terus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan kecil, antara lain dengan memberikan paket perdana konverter kit (konkit) sejak tahun 2016. Para nelayan penerima konkit diharapkan dapat merawat peralatan yang diterimanya secara gratis tersebut.

"Ini (konkit) dirawat ya. Di sini ada bengkel, nanti kalau ada kerusakan bisa diperbaiki. Tolong Bapak-bapak bisa merawat peralatan yang dibagikan Pemerintah," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial pada acara Pembagian Konverter Kit Untuk Nelayan kecil di Mangrove Center Tuban, Rabu (20/9) siang.

Ego mengatakan, para nelayan yang menerima paket perdana ini termasuk beruntung karena tidak semua nelayan dapat menikmati fasilitas ini. Keterbatasan anggaran Pemerintah, membuat pembagiannya harus berdasarkan prioritas. "Proses penentuan lokasi pembagian konkit merupakan kerja sama yaitu Kabupaten, Kementerian ESDM dan DPR RI. Kalau dilihat dari jumlah nelayan yang terbatas, kita bagi (konkit) berdasarkan skala prioritas," katanya.

3b24b0bd6c3a9ea57a215b2f3c6a677b.jpg

Untuk tahun ini, sebanyak 566 nelayan di Tuban memperoleh paket perdana konkit atau terbanyak dibandingkan daerah lainnya. Ini merupakan kali kedua karena tahun lalu sebanyak 330 nelayannya juga telah mendapat konkit. Paket konversi BBM ke LPG yang akan dibagikan adalah menggunakan mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 2 unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang dan baling-baling.

Dalam dialog dengan nelayan, termasuk juga penerima peralatan tahun lalu, pada umumnya mereka tidak mengalami kesulitan dalam merawat konkit tersebut. Sebaliknya, mereka sangat berterima kasih karena merasa terbantu karena sejak menggunakan konkit berbahan bakar LPG ini, biaya operasional melaut dapat ditekan.

"Saya sudah dapat bantuan terlebih dahulu dan sudah merasakan (manfaatnya) karena selisih atau perbandingan dengan pakai bensin dan LPG, kalau saya 3 hari 1 tabung (LPG). Mungkin (nelayan) yang lain, saya tidak mengerti. Kalau menggunakan bensin, perlu 3 sampai 4 liter. Ini yang sudah saya rasakan," aku Kasnadi yang menerima paket tahun lalu.

Pembagian konkit oleh Pemerintah untuk nelayan kecil ini juga mendapat dukungan DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya W. Yudha yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, pembagian konkit merupakan ide yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. (TW)

Subscribe to this RSS feed